3 tahun tlah berlalu
Setelah kepergian-Nya
Untuk terakhir kalinya
Berharap kau tenag disisi-Nya
Mampu tersenyum manis dalam tidur mu
Untuk terakhirkalinya dan selamanya
Rasa ingin menyalahkan ini semua
Namun...
Takdir berkata lain
Ingin rasa tuk mengulang semua kembali
Takan mungkin ku mengecewakan-Nya
Bahkan kan ku usap butiran air mata-Nya
Jika aku membuat-Nya bersedih
Ayah...
Ingin ku kenang kembali
Semua mimpi yang kita rangkai dulu
Semua angan yang berakhir khayalan semata
Kenangan manis itu takan mungkin hilang dan pergi
Seperti kau yang pergi meninggalkan ku disini sendiri
Ingin rasa bertemu dengan mu
Kan ku peluk kau dalam dekapan ku
Kan ku jemari kecil mu
Dan takan ku lepas lagi
Kan ku uraikan kata demi kata kerinduan
Membuka semua kenangan kita dulu
Mengenang semua canda dan tawa
Ayah. .
Ku merinduka mu disini
Dekapan mu
Kasih sayang mu
Belaian manja dari mu
Gengama mu
Aku merindukan itu semua
Ku goreskan pena ini
Perrlahan ku rangkain kata demi kata
Dan ku buka kembali memori otak ini
Perlahan ku kenang satu persatu
Kebahagiaan yang tlah aku dapat
Bersama Ayahanda tercinta
Tuhan...
Ku titipkan sebuah
Kerinduan untuk-Nya
Tuhan...
Ku titipkan sebuah
Surat Kecil Untuk Ayah
Ayah...
Semoga kau tenang disurga
Aku dlalu mencintaimu
Ayah...
Tenanglah dalam tidurmu
Mengharapkanmu kembali
Mengharapkanmu kembali
Terdiam berharap
Berharap mengharapkan mu kembali
Sering kali aku menangis seorang diri
Hingga khayalan tertuju pada-nya
Hanya sebuah mimpi belakang
Lamunan tak berarti
Kisaran tak bermakna
Takan mungkin aku dapatkan
Senyum manis dari-nya lagi
Bahkan mimpi untuk memeluk-nya
Sangat mustahil untuk aku dapatkan
Setelah kepergian-nya untuk terakhir kalinya
Terkadang sering kali ku biarkan lamunan ini
Sering kali ku menyendiri
Bahkan tak ada satupun orang
Yang mengetahui keberadaan ku
Disini...
Ditempat yang sunyi dan sepi
Sesekali ku biarkan memori otak ini
Memutar semua kenangan
Manis bersama-nya
Sehingga senyum manis
Terpancar dengan sendirinya
Bahkan sering kali
Butiran-butiran air mata tercurah dengan sendirinya
Dan tanpa ku sadari perlahan ku usap
Walau berat untuk mengusap tangis keriduan ini
Berharap mengharapkan mu kembali
Mengupas kembali kenangan bersama-Nya
Tanpa kusadari...
Butiran-butiran air mata ini
Menjadi sebuah tangis kerinduan
Perlahan ku usap meski sulit untuk aku lakukan
Ayah...
Ku disini mengharapkan mu kembali
Sesekali berharap akan hadir mu kembali
Ayah...
Ku merinduka sosok ramah tamah mu
Ayah...
Ku merindukan sosok senyum manis dari mu
Ayah...
Aku merindukan mu disini
Ayah...
Aku merindukan mu kembali
Ayah...
Aku berharap mengharapkan mu kembali
cpt. Lestari Handayani