Rabu, 30 November 2011

surat kecil untuk ayah

3 tahun tlah berlalu
Setelah kepergian-Nya
Untuk terakhir kalinya
Berharap kau tenag disisi-Nya
Mampu tersenyum manis dalam tidur mu
Untuk terakhirkalinya dan selamanya
Rasa ingin menyalahkan ini semua
Namun...
Takdir berkata lain
Ingin rasa tuk mengulang semua kembali
Takan mungkin ku mengecewakan-Nya
Bahkan kan ku usap butiran air mata-Nya
Jika aku membuat-Nya bersedih

 Ayah...
Ingin ku kenang kembali
Semua mimpi yang kita rangkai dulu
Semua angan yang berakhir khayalan semata
Kenangan manis itu takan mungkin hilang dan pergi
Seperti kau yang pergi meninggalkan ku disini sendiri
Ingin rasa bertemu dengan mu
Kan ku peluk kau dalam dekapan ku
Kan ku jemari kecil mu
Dan takan ku lepas lagi
Kan ku uraikan kata demi kata kerinduan
Membuka semua kenangan kita dulu
Mengenang semua canda dan tawa
Ayah. .
Ku merinduka mu disini
Dekapan mu
Kasih sayang mu
Belaian manja dari mu
Gengama mu
Aku merindukan itu semua

Ku goreskan pena ini
Perrlahan ku rangkain kata demi kata
Dan ku buka kembali memori otak ini
Perlahan ku kenang satu persatu
Kebahagiaan yang tlah aku dapat
Bersama Ayahanda tercinta
Tuhan...
Ku titipkan sebuah
Kerinduan untuk-Nya
Tuhan...
Ku titipkan sebuah
Surat Kecil Untuk Ayah
Ayah...
Semoga kau tenang disurga
Aku dlalu mencintaimu
Ayah...
Tenanglah dalam tidurmu

Mengharapkanmu kembali

Terdiam berharap
Berharap mengharapkan mu kembali
Sering kali aku menangis seorang diri
Hingga khayalan tertuju pada-nya
Hanya sebuah mimpi belakang
Lamunan tak berarti
Kisaran tak bermakna
Takan mungkin aku dapatkan
Senyum manis dari-nya lagi
Bahkan mimpi untuk memeluk-nya
Sangat mustahil untuk aku dapatkan
Setelah kepergian-nya untuk terakhir kalinya
Terkadang sering kali ku biarkan lamunan ini

Sering kali ku menyendiri
Bahkan tak ada satupun orang
Yang mengetahui keberadaan ku
Disini...
Ditempat yang sunyi dan sepi
Sesekali ku biarkan memori otak ini
Memutar semua kenangan
Manis bersama-nya
Sehingga senyum manis
Terpancar dengan sendirinya
Bahkan sering kali
Butiran-butiran air mata tercurah dengan sendirinya
Dan tanpa ku sadari perlahan ku usap
Walau berat untuk mengusap tangis keriduan ini
Berharap mengharapkan mu kembali
 
Mengupas kembali kenangan bersama-Nya
Tanpa kusadari...
Butiran-butiran air mata ini
Menjadi sebuah tangis kerinduan
Perlahan ku usap meski sulit untuk aku lakukan
Ayah...
Ku disini mengharapkan mu kembali
Sesekali berharap akan hadir mu kembali
Ayah...
Ku merinduka sosok ramah tamah mu
Ayah...
Ku merindukan sosok senyum manis dari mu
Ayah...
Aku merindukan mu disini
Ayah...
Aku merindukan mu kembali
Ayah...
Aku berharap mengharapkan mu kembali



Senin, 28 November 2011

Seperti batu

Batu nan indah yang nampak seperti..
Batu yang dipuji puji yang ada di pantai
air biru bening seperti kaca kaca
dan bergelombang cantik ke tepian
batu yang indah yang sering dipuji puji
batu yang tak pernah sepi akan orang dan karang karang
ombak pun tak pernah berhenti untuk menepi dan kembali
air pun selalu menepis batu yang nampak seperti..
Bulan dan matahari pun seolah berputar putar
mengehiasi lautan yang nampak terbentang
dan sang batu pun semakin terlewatkan
kikisan dari ombak selalu terciptakan
hingga sang batupun di pindahkan seseorang
tempat asing menawarkan kenyamanan,
namun tak lama sang batu merasa tersakiti karena ketukan
dan setelahnya menjadi berwarna nan mewah gemulai
dibawalah sang batu ketempat yang pernah di kenal
kepantai itu, namun sang batu singgah selalu di sebuah kapal sebagai lambang darinya..
Disanalah sekarang ia berada
di tempat yang bisa menunjukan betapa indah dirinya,

ingatlah, dimanapun kau berada. Kau tetap bisa jadi yang terindah jika kau mengasah potensi mu.

Selasa, 01 November 2011

Keputusanmu

Adakah yang bisa menebak dirinya?
Orang yang selalu ku ingat dan membuatku bahagia
orang yang selalu terfikirkan dan alasanku untuk ceria
dan taukah dia, siapa yang aku cinta?
Apa yang telah mereka katakan tentangnya,
itu adalah perkataan mereka
tidak diriku yang mengenalnya,
namun terlalu menyakitkan jika dibicarakan
masalalunya yang menjerumuskannya,
membuat ia terjebak dan dengan cepat membuat keputusan
apalah arti diriku jika tak bersama sang belahan jiwa
apakah kehawatirannya membuatnya putus asa begitu saja?
Kini kau pergi dengan penjelasan mu
kini kau ungkap segalanya tanpa mendengarku
kenapa kau pergi?? Kenapa kau tak mendengar hatiku
aku diam dengan tegarnya baday yang datang
tidak menatapmu pergi karena tak ingin kau pergi
didalam hatiku berteriak memanggil Nama mu
andai kau tau ku tak peduli masalalumu,
dan ku ingin kau hidup di masa yang sekarang
hidup di lembaran barumu bersamaku
bawalah aku dan cintaku yang selalu menyertaimu!
Atau mungkin
aku
memang harus diam
diam
dan terdiam disini
pupus sudah ketika ku harus membalikan tubuh ini untuk pulang
tanpa kamu