Senin, 28 Maret 2011

Kau mewarnai kertasku

Disetiap langkah dari huruf kehuruf tertera kisahku.
Kenangan yang tersimpan takan musnah karna ada catatan menarik bersamamu.
Diriku yang kesepian menjadi ramai karna teringat tawamu.
Ketika matahari terbenam kau temaniku menyaksikan keindahan dunia ini,
Bergenggam tangan membuat kita yakin kita takan pernah terpisahkan.
Tapi kejadian yang ku alami tak pernah ku inginkan seperti saat ini.
Kita berjauhan karena jarak memisahkan.
Ada sesuatu didiri kita yang membuat kita tak saling melupakan.
Cerita kita terhenti dikenyataan. tapi, ku alami di setiap ku terlelap dalam malam.
Berjumpa dengan keadaan yang tak terbayangkan.
Walau begitu aku senang cerita ini dapat ku curahkan dalam kertas yg selalu kusiapkan,
untuk aku, dan untuk kamu ketika kau di sini dan merasakan kuatnya arti genggaman yang kita lakukan.
Sahabat kita kan slalu bersama dalam keadaan apapun.
Selama ada keyakinan hati pun bisa menjadi satu.

Sabtu, 26 Maret 2011

030311 kamu di bayanganku

aku rindu, selalu rindu..
ingin bertemu dan memeluk erat dirimu..
selalu tersimpan dalam buku ku
kisah kita yang begitu seru.
sahabat ku yakin abadi
selamanya dalam hati
aku ingin kau selalu disini
menunggu kenangan datang kembali
bersama, kita bertukar kisah
untuk menggapai hari yang cerah
bersama cinta menebar kasih
sahabat selamanya, takan terpisah..

Sabtu, 19 Maret 2011

pengertian itu dipertanyakan

kau segalanya bagiku. kau bagian dari diriku. jangan kau pergi dariku. tak sanggup jalani sendiri tanpa semangatmu. tanpa senyum mu yang dulu selalu ku lihat walau hanya sejenak sekali pun. tetaplah kau disampingku. ketakutan ku akan kepergianmu, membuahkan pikiran untuk selalu memikirkan dirimu. kisah kita yang lalu, telah menjadi kenangan . aku ingin terus melakukannya. terus membuat kenangan bersamamu sahabat. jangan kau pergi jauh tinggalkan aku disini sendiri. karena kalau aku berkata tidak peduli lagi padamu, itu bohong. tak pernah kulakukan itu sedikitpun dalam tindakanku,.


kau dimana?apa kisahmu hari ini? bisakah kau menceritakannya? kita bersama, kita bisa melewati tantangan hidup ini. karna aku percaya padamu, kita akan selalu menjadi yang terbaik.
kenapa kau diam, katakan apa kesalahanku, jangan kau buat aku terpuruk karena sesuatu. kau pasti tau aku merasakan kebingungan yang terlebih daripada dirimu. dan aku juga yakin kau mau aku tidak seterpuruk itu, karena dengan khawatiran aku padamu akan membuat kau tambah sedih dengan masalahmu.


maafkan aku, aku tak ingin menjadi beban dirimu.
sahabat, aku tunggu sampai kau siap untuk mengungkapkannya kepada ku.
seperti yang dulu.
kita pasti bisa membicarakannya.
kita pasti bisa menyelesaikan masalah itu.
karna aku selalu disini. karna aku, selalu ada untukmu dengan pengertianku, dengan ketulusan ku, dan dengan keterbukaanmu pada diriku.

Kamis, 17 Maret 2011

Pertemuan ^.^

Dari mata kita saling menatap. Dari tangan kita berjabat. dan pembicaraan membuat akrab. Kekurangan dan kelebihan dapat ditangani dengan baik. Karna saling memaklumi, menerima, dan memperbaiki. Kesalahan, kebiasaan, dan emosional teredam. Karena perasaan telah terkontrol dengan bantuan. Semangat, prestasi, dan rasa ingin tau meningkat. Demi cita-cita dan orang yang kita sayangi. Hingga beralih kepada kaki kita yang akan melangkah, menentukan, dan menetapkan. Tapi, jasamu teman, takan hilang dan teringat sampai mati. Karena kebersamaann selalu mengisi, dan menciptakan sebuah cerita hidup yang berarti.

Rabu, 16 Maret 2011

Ada Kebahagiaan dan inilah hidup

berkumpul ditempat biasa, bertemu, bercanda, dan bermain bersama. lokasi rumah temanku yang tidak jauh dari rumahku. bahkan rumahnya sudah seperti rumahku sendiri, munkin karna seringnya main disana. tapi suasana malam ini sedikit berbeda, karna satu permintaanku.
yaitu "malam ini harus bahagia, dan ga boleh ada yang sedih."
kami berenam setuju. aku(mita), yaya, acha, nanda, ega, dan ares memutuskan untuk jalan jalan ke taman. ramai karna keceriaan kita, di bangku favorit canda selalu menghiasi. ga lama, yaya, nanda, dan ega ingin pindah tempat mau menemui kakaknya yaya di ujung taman. lalu yaya kembali dengan orang yang asing disampingnya. katanya sih, dia teman kakaknya. namanya Raka, tapi ko dari tadi pandangannya tidak berpaling dariku??
aku merasa risih sekali. tapi ares membantuku, dia membuat raka ngobrol dengannya. sehungga raka bisa mengalihkan pandangannya yang tertuju padaku. acha pergi memanggil ega dan nanda, untuk kumpul lagi kesini. lalu raka mengubah suasana malam ini menjadi lebih bersemangat lagi, karena kisah kisah dari pengalamannya dan lelucon yang pernah dilakukannya. dan disaat teman temanku sibuk dengan pendapatnya masing masing, raka mengajakku berbicara, dan meminta nomor telepon ku. dan aku fikir, dia adalah orang yang baik. aku memberikannya. dia mengajak kamu foto bersama. dan dia meminta ares untuk mem-fotokan aku dengan raka. lalu raka berterimakasih kepada kami karena sudah diperbolehkan bergabung juga foto-nya.
ia kembali ketempat kumpulannya, dengan harapan untuk menemui mita lagi. handphone ku berdering, mama ku memintaku untuk pulang karena sudah jam 10 malam. tapi sebelum aku pulang, kami berkumpul dan berjanji untuk selalu berkomunikasi dan takan pernah melupakan setiap malam malam ketika kami bersama. acha menangis dan memelukku.
acha mulai berbicara "acha ga akan lupain mita... acha janji."
aku hanya dapat tersenyum yang ditemani air mataku. besok adalah hari terakhir aku menatap rumahku. aku dan orang tuaku akan pindah tempat tinggal ke luar pulau jawa.karena mereka mempunyai tugas yang harus diselesaikan disana. lalu aku meminta kepada ayah, agar rumah kita tidak dijual. entah siapa yang akan menempatkan rumah itu. aku harap ayah mengabulkan permintaan rumahku.
dirumah baruku, aku merasakan sesuatu akan berubah. namun aku merasakan perubahan yang tidak begitu baik. semakin hari aku semakin rindu teman temanku. setiap malam aku online di internet untuk komunikasi lebih leluasa bersama semuanya, juga raka teman baruku. sedangkan ayah sibuk dengan kantornya. pergi pagi-pagi, pulangnya malam. mama juga, selalu kerumah sakit untuk menemui pasien-pasiennya. aku sering kesepian dan merasa sendiri. guru private-ku prihatin dengan keadaan ku. lalu aku diajaknya menemui seorang psikolog. aku disatankannya untuk refreshing, jalan jalan keluar rumah untuk menghilangkan kesuntukkan. semua itu aku lakukan. guruku juga mengajak aku menemui anak perempuannya yang sepantaran dengan ku. lalu aku diajaknya shoping dan bermain games, aku bisa merasakan keramaian dan senyum bersamanya. dia juga memberiku tiket nonton drama anak remaja di salah satu vila milik saudaranya. acaranya minggu depan, pemainnya diundang dari jakarta. jadi menurutnya, sayang sekali jika dilewatkan. tempatnya tidak begitu jauh dari tempatku.
aku datang sendirian dan mendapatkan tempat duduk di barisan depan. aku sangat menikmati pertunjukan dramanya. saat tema berganti, tak sedetikpun aku berpaling dari pemainnya. metaku tertuju kedepan, dan merasakan. hingga keramaian dari penonton, bertepuk tangan ketika pertunjukan selesai. aku menundukan kepalaku, aku terdiam tanpa memperdulikan siapapun. air mataku... aku menangis. drama tadi, membuatku teringat semua kenangan bersama ares, acha, nanda, ega dan yaya hingga terakhir kami berkumpul ditaman. lalu tercipta kesunyian disekelilingku, dan seseorang mendatangiku. dia menghapus airmataku, aku tersadar. aku menatap orang itu dan pergi meninggalkan tempat dudukku. aku berlari ke rumah baruku, dan aku ingin tidur. aku mencoba memejamkan mata dan tak ingin terbangun tanpa keceriaan bersama teman-temanku.
sedari malam itu aku tidak sadarkan diri. aku terbangun dirumah sakit tempat mama bekerja. disini juga ada ayahku. rasa khawatir dan penyesalan terlihat diwajah mereka. meme selalu menemaniku hingga aku kembali kerumah. setelah kejadian itu, mama han ayah bisa meluangkan waktunya untukku, walau hanya sekedar sarapan dan makan siang. kadang kala, aku suka pergi ke pe-sawah-an untuk melihat pemandangan indah yang cantik. namun kali ini aku membawa laptop ku, mengajak teman temanku untuk online. mereka selalu ada untuk aku, walau hanya bertemu di dunia maya dan melihat wajahnya dari foto. saat sedang asiknya chatting dengan teman-teman, ada pesan email. entah dari siapa. yang isinya adalah ungkapan hati, tanpa kumengerti apa maksud dan tujuannya mengirim kepadaku.

"pertama jumpa, kau mengambil belahan milikku. kau mendapatkannya dan kau membawa pergi bersamamu tanpa ucapan selamat tinggal. kini ku merasa terbangun, namun selalu terbangun dalam mimpi karena tidak ada kamu dihadapamku. nyataku hilang, hidupku tak karuan tanpa adanya kamu."

lalu aku membalas pesan itu.
"hai, siapa disana? maaf, apakah kata kata ini tertuju untuk alamat ini? saya tidak mengerti."

dan orang itu mengirim pesan lagi.
"aku tidak dapat berpaling dari matamu. aku mencoba memperbaiki hidupku dan yang dapat aku lakukan hanyalah melukis wajahmu di dinding kamarku. juga aku selalu membawa dirimu kemanapun aku pergi."

aku sungguh bingung dengan kata katanya, begitu rumit.
lalu aku ddikirimkannya sebuah tautan. aku men-download-nya. dan lagi lagi aku menjatuhkan airmata ini. tautan itu isiny foto. foto aku dan teman temanku. foto itu, foto ketika aku tersenyum ceria bersama dia... bersama raka. tak kuasa aku menahan airmataku.. semuanya beritu menusauk airmataku. tak ada yang lebih berarti dalam diriku. kecuali mereka, orang orang yang selalu mengisi hari hariku. ama dan ayah datang dari belakangku. ia melihat kedua foto itu, dan melihatku menangis. mama duduk disampingku, dan menghapus air mataku. mama memeluk erat diriku dan aku berbicara
"bisakah aku pulang, ma..."
mama menatap ayah dan ayah berkata
"secepatnya kita pulang, nak. asalkan kau berjanji pada ayah dan mama untuk selalu tersenyum... mita, kamu segalanya untuk kami.."

ayah menepati janjinya. seminggu kemudian kami berkemas dan kembali ke kota tercinta. dibandara, semua teman teman menyambutku. tak ada satu wajahpun yang tidak tersenyum. bahkan aku dapat melepaskan tawaku bersama mereka. lalu segalanya berhenti sejemak. aku melihat raka datang menghampiriku. tapi dia bersama seseorang, dia adalah kakaknya yang menjadi sosok sahabatnya. ternyata dia adalah seseorang yang pernah aku temui di vila itu, dan seseorang yang pernah menghapus air mataku. hingga ku tau, kalau dia memang mengenalku sejak aku duduk menyaksikan dirinya dan teman-temannya. yang mengagetkan adalah drama itu ada dua tema sekaligus dalam satu pertemuan, karena mereka tidak pernah melalukan itu sebelumnya.
segalanya terasa indah hingga hari ini.. perjalanan hidup yang baru saja aku tempuh bersama orang yang baru saja masuk kedalam hatiku. raka mendampingi hidupku hingga hari ini, dimana suara tangisan kecil membuat semuanya bahagia. begitu juga dengan mama dan ayah yang baru saja mendapatkan seorang cucu. kami selalu bersama selamanya, dengan keluarga baruku, dengan temen temanku. hingga hari itu datang, yang membuat mataku menjadi keriput dan tak mampu untuk menatap dunia ini lagi...

untuk menjadi yang terbaik

aku datang dengan hati tertutup. bukan berarti tak menerima, tapi aku merasa berhak memilih yang "paling" dan bukan berarti pilih-pilih. tapi memang setiap orang ingin memiliki yang terbaik. beberapa teman, bahkan banyak teman yang pernah ku temui namun sedikit yang bisa dipercaya. dengan usaha ku melakukan sikap yang baik kepada semua orang, dan dekatlah aku dengan dua orang yang paling berbeda. mereka dengan mudahnya terbuka kepadaku. mereka senang bercerita tentang hidupnya dan membuatku penuh imajinasi dengan pengalaman- pengalamannya. seakan-akan aku berada di posisinya. jika ia senang, aku pun turut senang. jika ia bersedih, kadang aku merasa tak ingin ia merasakannya. apalagi sendirian dan terlarut. kepada temanku yang pertama. ku coba, ku selalu mencoba untuk melakukan apapun untuk membantunya. bahkan aku dapat merahasiakan tindakanku untuknya karna ku yakin ini akan sedikit membantunya. hasilnya dapat ku lihat. tetapi temanku yang ke dua, dia tidak suka aku melakukan sesuatu untuknya. aku tidak tau kenapa. tapi ia semakin sering berbincang denganku. dirinya terlihat bahagia namun dalam angan angannya. aku melihatnya seakan akan seperti kejadian yang dialami adikku kemarin. hingga ku tau semuanya membuat hatinya akan terluka.diam diam aku melakukan lagi sesuatu untuknya. aku terima resikonya. dan aku pun tau, cepat atau lambat ia akan tau. ya, aku benar.. dia kaget dengan perbuatanku. dan dia merasa kalau aku telah mengacaukannya. kalau saja dia tau, aku tidak ingin melihatnya terus-terusan memendam perasaan yang sebenarnya dapat ia ungkapkan. dia pun bilang bahwa aku terlalu berlebihan menanggapi ceritanya. bagaimana aku bisa salah? kalau yang aku lihat darinya begitu dapat aku rasakankarna adikkupun pernah mengalaminya. belum lagi dengan temanku yang pertama. semakin lama aku semakin mengerti akan dirinya dan tiba-tiba menghilang dari sisiku. melalui sms kita berkomunikasa, tapi tidak berlangsung lama. dia semakin hilang tiada kabar. dia benar benar meninggalkan aku. temanku yang kedua sedang kesal denganku. aku bingung..(butuh masukan dari orang lain)..kenapa sekarang dia yang ikut-ikutan semakin jauh dariku.. tak sadarkah mereka, mereka yang paling aku sayang sekarang tak ada untukku, seperti tak inginkan aku yang inginkan kehadirannya. setiap malan aku berdoa, menginginkan jawaban. dan aku sadar, diriku yang terlalu merasa memiliki. memiliki seseorang yang belum tentu orang itu mengerti akan diriku. aku kecewa. tapi biarlah. mungkin ini pelajaran untukku. untukku yang mungkin seenaknya melakukan sesuatu untuk orang lain tanpa aku bicarakan dengan orang yang bersangkutan. habiiiis....bagaimana, kalau aku minta persetujuannya nanti dia malah tidak nengizinkannya. baiklah... jika dia tidak mengizinkannya aku bisa mencari cara lain yang membuat ia izinkan aku melakukan sesuatu untuknya.(karna diapun seperti itu). mungkin dulu aku terlalu arogan aku tak ingin lagi kehilangan seorang teman yang aku sayang. aku harus selalu belajar dari setiap kejadian. dengan begitu, aku dapat melakukan perubahan. tentunya untuk aku yang akan menjadi yang lebih baik lagi.

Sabtu, 05 Maret 2011

mita and all

aku rindu, selalu rindu
ingin bertemu dan memeluk erat dirimu
selalu tersimpan dalam buku ku
kisah kita yang begitu seru
sahabat, ku yakin abadi
selamanya bukan hanya dalam hati
aku ingin selalu disini
menunggu kenangan datang kembali
bersama kita bertukar kisah
untuk temukan hari yang cerah
bersama cinta menebar kasih
sahabat selamanya tak kenal pisah

Hal yang terabaikan

Tak kuasa diriku, saat melihat mu dihadapan mereka.
Yang seharusnya aku orang yang kau lihat. Dg sRagam itu! :'(
kenapa aku tak berkesempatan? Kenapa mereka tak izinkan aku melakukan hobi ku. Hingga aku bingung harus berbuat apa. Itu kelebihan ku, dan aku yakin bisa membuat mereka bangga. Apa aku perlu berbohong untuk melakukan hobi-ku? Kau tau aku bukan orang yang seperti itu.. Dan aku tidak mau begitu..
Sekarang yang bisa ku lakukan adalah menjadi diriku sendiri. Mengumpulkan nominal angka untuk ditabung dan untuk membuat mereka bangga padaku, seperti yang mereka inginkan. Dan aku akan buat mereka melihat aku. Bukan orang lain yang mereka puji dengan senyumnya. Aku yakin dimanapun ada kesempatan untuk diriku.