Rabu, 16 Maret 2011

Ada Kebahagiaan dan inilah hidup

berkumpul ditempat biasa, bertemu, bercanda, dan bermain bersama. lokasi rumah temanku yang tidak jauh dari rumahku. bahkan rumahnya sudah seperti rumahku sendiri, munkin karna seringnya main disana. tapi suasana malam ini sedikit berbeda, karna satu permintaanku.
yaitu "malam ini harus bahagia, dan ga boleh ada yang sedih."
kami berenam setuju. aku(mita), yaya, acha, nanda, ega, dan ares memutuskan untuk jalan jalan ke taman. ramai karna keceriaan kita, di bangku favorit canda selalu menghiasi. ga lama, yaya, nanda, dan ega ingin pindah tempat mau menemui kakaknya yaya di ujung taman. lalu yaya kembali dengan orang yang asing disampingnya. katanya sih, dia teman kakaknya. namanya Raka, tapi ko dari tadi pandangannya tidak berpaling dariku??
aku merasa risih sekali. tapi ares membantuku, dia membuat raka ngobrol dengannya. sehungga raka bisa mengalihkan pandangannya yang tertuju padaku. acha pergi memanggil ega dan nanda, untuk kumpul lagi kesini. lalu raka mengubah suasana malam ini menjadi lebih bersemangat lagi, karena kisah kisah dari pengalamannya dan lelucon yang pernah dilakukannya. dan disaat teman temanku sibuk dengan pendapatnya masing masing, raka mengajakku berbicara, dan meminta nomor telepon ku. dan aku fikir, dia adalah orang yang baik. aku memberikannya. dia mengajak kamu foto bersama. dan dia meminta ares untuk mem-fotokan aku dengan raka. lalu raka berterimakasih kepada kami karena sudah diperbolehkan bergabung juga foto-nya.
ia kembali ketempat kumpulannya, dengan harapan untuk menemui mita lagi. handphone ku berdering, mama ku memintaku untuk pulang karena sudah jam 10 malam. tapi sebelum aku pulang, kami berkumpul dan berjanji untuk selalu berkomunikasi dan takan pernah melupakan setiap malam malam ketika kami bersama. acha menangis dan memelukku.
acha mulai berbicara "acha ga akan lupain mita... acha janji."
aku hanya dapat tersenyum yang ditemani air mataku. besok adalah hari terakhir aku menatap rumahku. aku dan orang tuaku akan pindah tempat tinggal ke luar pulau jawa.karena mereka mempunyai tugas yang harus diselesaikan disana. lalu aku meminta kepada ayah, agar rumah kita tidak dijual. entah siapa yang akan menempatkan rumah itu. aku harap ayah mengabulkan permintaan rumahku.
dirumah baruku, aku merasakan sesuatu akan berubah. namun aku merasakan perubahan yang tidak begitu baik. semakin hari aku semakin rindu teman temanku. setiap malam aku online di internet untuk komunikasi lebih leluasa bersama semuanya, juga raka teman baruku. sedangkan ayah sibuk dengan kantornya. pergi pagi-pagi, pulangnya malam. mama juga, selalu kerumah sakit untuk menemui pasien-pasiennya. aku sering kesepian dan merasa sendiri. guru private-ku prihatin dengan keadaan ku. lalu aku diajaknya menemui seorang psikolog. aku disatankannya untuk refreshing, jalan jalan keluar rumah untuk menghilangkan kesuntukkan. semua itu aku lakukan. guruku juga mengajak aku menemui anak perempuannya yang sepantaran dengan ku. lalu aku diajaknya shoping dan bermain games, aku bisa merasakan keramaian dan senyum bersamanya. dia juga memberiku tiket nonton drama anak remaja di salah satu vila milik saudaranya. acaranya minggu depan, pemainnya diundang dari jakarta. jadi menurutnya, sayang sekali jika dilewatkan. tempatnya tidak begitu jauh dari tempatku.
aku datang sendirian dan mendapatkan tempat duduk di barisan depan. aku sangat menikmati pertunjukan dramanya. saat tema berganti, tak sedetikpun aku berpaling dari pemainnya. metaku tertuju kedepan, dan merasakan. hingga keramaian dari penonton, bertepuk tangan ketika pertunjukan selesai. aku menundukan kepalaku, aku terdiam tanpa memperdulikan siapapun. air mataku... aku menangis. drama tadi, membuatku teringat semua kenangan bersama ares, acha, nanda, ega dan yaya hingga terakhir kami berkumpul ditaman. lalu tercipta kesunyian disekelilingku, dan seseorang mendatangiku. dia menghapus airmataku, aku tersadar. aku menatap orang itu dan pergi meninggalkan tempat dudukku. aku berlari ke rumah baruku, dan aku ingin tidur. aku mencoba memejamkan mata dan tak ingin terbangun tanpa keceriaan bersama teman-temanku.
sedari malam itu aku tidak sadarkan diri. aku terbangun dirumah sakit tempat mama bekerja. disini juga ada ayahku. rasa khawatir dan penyesalan terlihat diwajah mereka. meme selalu menemaniku hingga aku kembali kerumah. setelah kejadian itu, mama han ayah bisa meluangkan waktunya untukku, walau hanya sekedar sarapan dan makan siang. kadang kala, aku suka pergi ke pe-sawah-an untuk melihat pemandangan indah yang cantik. namun kali ini aku membawa laptop ku, mengajak teman temanku untuk online. mereka selalu ada untuk aku, walau hanya bertemu di dunia maya dan melihat wajahnya dari foto. saat sedang asiknya chatting dengan teman-teman, ada pesan email. entah dari siapa. yang isinya adalah ungkapan hati, tanpa kumengerti apa maksud dan tujuannya mengirim kepadaku.

"pertama jumpa, kau mengambil belahan milikku. kau mendapatkannya dan kau membawa pergi bersamamu tanpa ucapan selamat tinggal. kini ku merasa terbangun, namun selalu terbangun dalam mimpi karena tidak ada kamu dihadapamku. nyataku hilang, hidupku tak karuan tanpa adanya kamu."

lalu aku membalas pesan itu.
"hai, siapa disana? maaf, apakah kata kata ini tertuju untuk alamat ini? saya tidak mengerti."

dan orang itu mengirim pesan lagi.
"aku tidak dapat berpaling dari matamu. aku mencoba memperbaiki hidupku dan yang dapat aku lakukan hanyalah melukis wajahmu di dinding kamarku. juga aku selalu membawa dirimu kemanapun aku pergi."

aku sungguh bingung dengan kata katanya, begitu rumit.
lalu aku ddikirimkannya sebuah tautan. aku men-download-nya. dan lagi lagi aku menjatuhkan airmata ini. tautan itu isiny foto. foto aku dan teman temanku. foto itu, foto ketika aku tersenyum ceria bersama dia... bersama raka. tak kuasa aku menahan airmataku.. semuanya beritu menusauk airmataku. tak ada yang lebih berarti dalam diriku. kecuali mereka, orang orang yang selalu mengisi hari hariku. ama dan ayah datang dari belakangku. ia melihat kedua foto itu, dan melihatku menangis. mama duduk disampingku, dan menghapus air mataku. mama memeluk erat diriku dan aku berbicara
"bisakah aku pulang, ma..."
mama menatap ayah dan ayah berkata
"secepatnya kita pulang, nak. asalkan kau berjanji pada ayah dan mama untuk selalu tersenyum... mita, kamu segalanya untuk kami.."

ayah menepati janjinya. seminggu kemudian kami berkemas dan kembali ke kota tercinta. dibandara, semua teman teman menyambutku. tak ada satu wajahpun yang tidak tersenyum. bahkan aku dapat melepaskan tawaku bersama mereka. lalu segalanya berhenti sejemak. aku melihat raka datang menghampiriku. tapi dia bersama seseorang, dia adalah kakaknya yang menjadi sosok sahabatnya. ternyata dia adalah seseorang yang pernah aku temui di vila itu, dan seseorang yang pernah menghapus air mataku. hingga ku tau, kalau dia memang mengenalku sejak aku duduk menyaksikan dirinya dan teman-temannya. yang mengagetkan adalah drama itu ada dua tema sekaligus dalam satu pertemuan, karena mereka tidak pernah melalukan itu sebelumnya.
segalanya terasa indah hingga hari ini.. perjalanan hidup yang baru saja aku tempuh bersama orang yang baru saja masuk kedalam hatiku. raka mendampingi hidupku hingga hari ini, dimana suara tangisan kecil membuat semuanya bahagia. begitu juga dengan mama dan ayah yang baru saja mendapatkan seorang cucu. kami selalu bersama selamanya, dengan keluarga baruku, dengan temen temanku. hingga hari itu datang, yang membuat mataku menjadi keriput dan tak mampu untuk menatap dunia ini lagi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar