Kamis, 27 Desember 2012

untuk ku


Bersama dirimu aku lalui manis pahit kehidupan, bersama dirimu aku belajar menghadapi pernasalahan dan bersama dirimu selalu aku mengenang segalanya sampai hari itu terputus begitu saja. Andai kamu ketahui yang ku inginkan. Andai kamu bisa penuhi satu yang ku butuhkan. Tiadanya dirimu membuat luka yang membekas begitu lamanya. Tanpa kamu disisiku, ikatan itu semakin kuatnya yang ku rasakan. Sesuatu yang pernah ku tanam dalam hati ini, seperti tak terawat lagi dengan senyuman mu. Keceriaan yang berbeda tanpa dirimu. Disisi lain aku membenci hal itu yang membuatku kehilangan dirimu, kehilangan hatimu. Dan sekarang yang selalu ku rindukan kehadiran mu, genggam kuat tangan mu. Sampai ku fikir tak ada arti penyesalan ku yang telah membuat suatu kesalahan. Aku hanya ingin menunggu. Aku hanya ingin melihatmu lagi, tolong maafkan aku.
Dan aku mengenangnya lagi, mengulang waktu yang begitu jauhnya dalam lamunanku. Dalam jauhnya hari-hari dibelakangku, walau aku tetap dan terus melangkah kedepan. Membuatku mengejar suatu target yang semu, yang begitu nyata buat ku gapai. Hanya melihat tatapan mu.. hanya merasakan benar adanya dirimu di hadapan ku lagi. Aku begitu banyak mendapat anugerah dalam setiap pengalamanku setelah bersamamu, untuk bertemu dirimu disuatu tempat, dengan suasana hati yang berbeda, hanya dengan tatapan dirimu.
Renungan-renunganku membuatku meninggalkan kenangan. Mengkosongkan fikiran untuk melanjutkan kehidupan. Entah apa yang membuatku melakukan perubahan setelah mendengar suaranya, setelah ku tau keinginannya yang membuatku benar benar berdiri sendiri.
Aku menjalaninya lagi, dan sekarang hanya senyumku yang ku rasakan kembali.. betapa indahnya mengetahui kabar dirimu setiap saat. Hanya senyumku yang meyakinkanku kalau aku menunggumu yang menangkapku. Bagai aku terbang melayang dan tetap menapak untuk melangkah. Tak ada lagi keabadian dalam masalaluku. Namun buku ku tak terhenti sampai saat ini. Segalanya berubah. Aku ingin kita tersenyum ceria bersama walau tak jumpa. Jika ku merasakan lagi kau masih memiliki ikatan itu, mohon jangan kau hapus air mata ku. Izinkan aku ingin merasakannya lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar