mungkin tak seharusnya aku mendengar pengakuannya.. yang membuat ku mengejar apa yang seharusnya tak ku kejar.yang membuat ku terfikirkan atas apa yang ia nyatakan. entahlah,, logika ku tak sejalan dengan perasaan ini yang sampai sekarang tak ku mengerti. mengapa kau hadir dalam waktu ku.. apa kau berarti untuk ku?
kaki ini melangkan dimana tempat mu berada.. hati ini nyaman kedika menemani mu.. ingin selalu melihat mu, melihat wajahmu yang begitu banyak ekspresi.. mungkin menarik bagiku menggoda mu.. dan aku rasa itu hal sepele.. tapi kenapa, saat kau bertanya tentang (yang tidak bisa ku fikir atau ku jawab dengan hati) aku seperti orang bodoh yang tidak bisa menjawab 1 + 1. hey,, aku bukan anak umur balita..
"yang telah ku putuskan meninggalkan segalanya. yang membuat ku marah dalam hati namun tak dapat ku benci.. aku tak mungkin dengan kamu, itu satu-satunya alasan ku tak memperjuangkan hati ku. kamu akan menjadi sangat berarti jika ku tetap disini. yang kenyataannya kita tak bisa bersama. kamu tetap tak tau apa-apa. kalau saja kau sadari.. hatimu mengetahui sesuatu"
terkadang.. hati kita menyatu.. perasaan kita sama sama sadari, dan berfikir pada hal yang sama.. namun kita sama-sama bodoh, dengan bisu dan ragu. namun kita tak punya keberanian, untuk memperjuangkan sesuatu. yang menjadikan aku dan kamu adalah kita..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar