mencatat perasaan yang tidak tenang seperti kolam yang sedang diisi oleh banyak orang. kolam yang ramai dan selalu terdengar kebisingan. namun niat untuk atlet tak termusnahkan. penih angan angan untuk memikili kolam sendiri, kolam renang yang layak untuk berlatih. namun ku bersyukur dapat menabung dari sedikit uang dari suaraku, dari nyanyian yang setiap hari mengisi toplesku. dengan kepingan kepingan yang mempunyai nilai, sedikit demi sedikit pun aku jadi menabung banyak hal.ku utamakan uang untuk pergi keluar, ketempat dimana aku bisa berenang. aku berlatih seminggu sekali selama 2-3 jam. bahkan bisa lebih lama lagi karna tekatku menjadi perenang.. terus berlatih dan berlatih juga berjuang mencari uang. semangat yang membara takan pernah padam hingga ku dapatkan yang aku inginkan. aku juga seorang yang harus selalu bangun pagi untuk mengantarkan koran. mengantar kertas berita kepada orang orang yang mempunya rumah yang besar besar itu,. kadang kala aku diajak mampir untuk menemani seorang kakek untuk membacanya.secara kebetulan ia adalah pemikil koran terakhir yang aku bawa, dirinya pun aku bisa mendapatkan provesi baru untuk merawat tanaman tanamannya. hatiku sangat gembira dan tumbuh bibit bibit harapan yang semakin menyemangatkan aku untuk berusaha. kembali bernyanyi dengan gitar yang selalu aki petik senarnya dengan jari jariku yang bernyawa. sungguh tentram hati dan pikiranku. akupun senang menuliskan perasaanku ke dalam sebuah lembaran lembaran kertas yang masih kosong yang aku temukan di jalanan. terasa sangat damai dalam jiwa, melepas kebahagiaan didalam kertas.. aku terus bekerja dan berlatih berenang.. saat aku melihat orang berenang dengan gaya yang berbeda beda, aku terpesona melihat caranya bergerak dengan bagusnya. tak sungkan aku mendekatinya, dengan sikap ramah, sopan, dan rasa ketertarikanku padanya. ia menerangkannya.. aku mendapatkan teknik gerakan gerakan baru darinya.. walau pernah aku berhadapan dengan orang yang tinggi hati dan suka mengejek, aku tidak peduli. disamping keinginanku yang kuat, aku juga seorang yang berperasaan. begitu menyakitakn ejekan ejekan tentang diriku ini. mereka orang orang sombong yang suka merendahkan orang lain. hingga hatiku menyerang pikiranku. aku tidak dapat berkonsentrasi dalam latihanku. dan akupun tak sengaja menabrak seorang anak perempuan yang berenang menggunakan ban berenangnya. ia terlihat kaget dan ketakutan, lalu ia pergi. anak kecil itu kembali dengan seseorang. aku mengingatnya, ia adalah salah satu teman orang yang pernah menghina ku. sekarang ia memarahiku dan memaki ku. anak kecil itu menangis dan meminta pulang. dada ku sesak, aku berusaha menahan diri. ku coba membuang memori kejadian dimana orang itu menyakiti hatiku. sekali lagi aku masuk ke dalam kolam, menyegarkan diriku. sudah sore, aku pulang. perjalanan yang ku tempuh dengan kaki dan gitarku. bernyanyi dan membawa toples yang sering kali menghampiri banyak orang. hingga ku lihat rumahku di ujung sana. aku berhenti sejenak menghitung penghasilanku. hasil yang tidak yang tidak jauh beda dengan yang sebelumnya. namun, hari ini aku tidak menyisihkanya untuk ditabung. melanjutkan perjalanan untuk mmengetuk pintu rumahku. senangnya melihat ibu yang tersenyum. aku mecium tangannya, berbicara sebentar bersamanya dan memberinya hasil dari suaraku. aku beristirahat hingga pagi menjemputku untuk beraktivitas. kembali menbagikan koran, merawat tanaman, dan bernyanyi. tak lupa pergi berenang setiap hari senin. aku menikmati gerakanku, begitu terlepas belangguku. mereka tak boleh menghentikanku tak boleh memadamkan apiku.. api semangatku. biar saja orang itu berkata apa kepadaku, karna aku akan membuktikannya bahwa aku bisa lebih
(((belum selesai)))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar