Minggu, 15 April 2012

rahasia II

semalam hari yang berat untukku. tak ada apapun yang terpentung kecuali hatiku. dan aku berusaha mengontrol fikiranku semampuku. hingga terpecahkan karna bentakan.
hati ku jika dibandingkan hatinya lepih penting hatinya dari pada hatiku. hati dia sudah tak utuh laagi lebih parah dari hatiku. untuk itu aku lebih baik menjaga hatinya dan menyembunyikan hatiku selagi aku mampu.

ketidak terbukaan semua yang ada disini.. mulai dari ayah, mama, teteh, dan adik.
tak ada keharmonisan yang berkesan kecuali masa-masa bersama waktu bayi, atau dengan si bontot.
hanya itu yang ku tangkap. yang lainnya kekakuan, keinginan tang ditahan dan perasaan yang tak sama sehingga tak ada keharmonisan.
keluargaku tidak hancur. keluargaku juga utuh..
tapi keluargaku tidak menyatu. keluargaku tidak terbuka..

untuk kebahagiaan dia, aku melakukan cara apapun untuknnya.
untuk kebahagiaan dia, aku menjadi dirinya dan bukan diriku.
untuk kebahagiaan dia, mungkin juga bahagiaku.

aku melangkah tanpa berfikir ini itu.. untuk mencapai mimpi, aku tinggalkan permasalahanku. namun hatiku begitu sansitifnya. tak bisa melihat orang bersedih, aku menjadi muram. tak bisa melihat orang marah-marah, aku jadi galau. dan adakah yang tau.. ketika aura negatif sampai pada diriku, aku menjadi diriku lagi. diriku yang lemas, diriku yang lambat, dan diriku yang ceroboh.
hemh, bodoh banget ya. beginilah aku.. aku yang sendiri tanpa teman. karna tak ada satupun teman. karna aku melankolis, dan tak ada koleris yang menemani.

dirinya, begitu sensitifnya..
dirinya, lebih menyerap yang negatifnya..
dirinya, begitu emosional dan penyayang dengan tulus..
hanya saja, dirinya begitu cepat mengambil keputusan (jangan dilakukan)
aku mengeri keadaannya, aku tak tau dia tau atau tidak.
mungkin aku hanya penengah baginya. penengah untuk dirinya, atau penengah untuk orang lain.
kalau saja dia tau. aku adalah kawannya, andaisaja ia menganggapku kawannya juga.

aku ingin di dengar seperti mereka.. tapi jangan salah, akupun bisa mendengarkan mereka. mereka yang bisa merasakan kalau aku mendengarnya.. bukan orang yang tak menganggapku tidak mendengar.
satu hal yang belum aku lakukan semasa hidupku. "berdiri diatas batu yang besar, di bukit gunung, melihat pemandangan sejauh mata emandang, dan teriak selepas mungkin" sepele yah.. tapi itu berarti untukku pribadi.

satu lagi. dia yang paling berperen..
aku tidak pernah kenal pemikirannya kecuali panggilanku setiap waktu "--a-"
andai saja, ia tebuka untuk kita semua..
andai saja, semua tak ada yang tertutupi..
andai saja, mereka tak kalah akan ketakutan didunia ini

always love my big familly

Tidak ada komentar:

Posting Komentar